Trip ke Rumah Sakit

Saya termasuk orang yang jarang sakit. Paling sering sih batuk. Sama sekali belum pernah masuk rumah sakit. Nah, apa jadinya kalau saya masuk rumah sakit bahkan harus menginap di UGD?

Kejadiannya di suatu Selasa pagi yang biasa, Saya habis sarapan dan mau siap-siap mandi untuk berangkat ke kantor. Tiba-tiba selesai makan, ulu hati saya sakit banget, kayak di remet-remet. Pertamanya sih masih bisa ditahan. Eh, lama-lama makin sakit sampai napas saya sesak. Akhirnya sama Ibu dan abang saya, saya dilarikan ke dokter jaga 24 jam. Diagnosanya sih maag. Dikasi obat maag segambreng.

Pulang dari dokter masih sakit. Trus makan deh supaya bisa minum obat. Ternyata habis makan sakitnya kumat lagi dan lebih parah. Sampai teriak-teriak gitu dan kata ibu saya sih muka saya sampai biru nahan sakit. Karena orang rumah pada bingung, akhirnya saya dilarikan ke UGD rumah sakit terdekat. Sampai UGD, saya langsung di infus, diambil darah untuk periksa laboratorium. Hasilnya, saya sakit Pancreatitis. Langsung deh saya disuruh puasa dan dikasi 2 macam infus, disuntik macem-macem dan menginap di UGD.

Kalau mau tau apa rasanya menginap di UGD sebuah Rumah Sakit Umum Daerah, mungkin begini analoginya. Kalau kamu bosan hidup, jangan bunuh diri dulu. Coba dulu menginap di semalam di UGD dan kamu akan menghargai hidup. Nyaris setiap 5 menit sekali pasien datang dengan berbagai keluhan. Semua tempat tidur penuh terus, bahkan bayi-bayi yang tidak begitu parah penyakitnya harus digendong orangtuanya karena tempat tidurnya penuh. Pasien samping, depan saling sahut-sahutan mengerang kesakitan. Karena kebetulan tempat tidur saya dekat dengan ruang tindakan, maka saya harus melihat 3 orang meninggal, tidak lebih dari 5 menit setelah masuk ruang tindakan, tepat di depan mata saya. Belum lagi aura ruang UGD yang horor, dokter dan perawat yang selalu sibuk. Wah benar-benar peristiwa yang semoga tidak pernah saya ulangi lagi.

Untungnya siangnya saya sudah bisa masuk ruang perawatan dan bisa tidur dan beristirahat dengan tenang. Saya masih diinfus dan dikasi suntikan-suntikan obat, sudah boleh makan walaupun cuma makan bubur sumsum.

Sekarang saya sudah di rumah. Belum boleh kerja sih, masih harus istirahat seminggu di rumah. Masih harus minum obat yang banyak itu, masih harus makan bubur dan belum boleh makan yang lain. Tapi setidaknya di rumah saya bisa istirahat dan tidur dengan nyenyak sambil baca buku-buku saya yang belum tersentuh untuk menghilangkan bosan. Tidak sabar rasanya kembali beraktifitas dan ngetrip tentunya J

Terima kasih buat teman-teman yang sudah nengokin saya di rumah sakit, kirim ucapan cepat sembuh lewat sms, Facebook, twitter. Terima kasih ya. *kiss kiss*

Oh iya, yang mau tahu tentang penyakit pancreatitis, bisa dibaca disini :

http://en.wikipedia.org/wiki/Pancreatitis

http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/pancreatitis/

http://www.medicinenet.com/pancreatitis/article.htm

Advertisements

4 thoughts on “Trip ke Rumah Sakit

  1. Unie bisa sakit juga ya. Om De tahunya dari Om Made Pondok labu waktu mau bilangin arisan. dan katanya Unie sudah pulang. makanya jangan telt2 makan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s