Made Wahyuni

Travel, Food and Everything in Between

  • Jakarta
  • Kepulauan Seribu
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Sumatera
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Singapura
  • Vietnam
  • Personal
  • Publication
  • Portfolio
  • Contact
  • About

recent posts

  • Glamping di Leuweung Geledegan Ecolodge Bogor
  • Berwisata ke Faunaland dan Segarra Ancol
  • Berkunjung ke Scientia Square Park BSD
  • Da Nang Selayang Pandang
  • Belajar Masak di ABC Cooking Studio

about

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram
  • Menikmati Sunset di Jakarta

    Menikmati Sunset di Jakarta

    September 29, 2013

    Ngapain jauh-jauh nyari sunset kalau kita bisa menikmatinya di kota kita sendiri. Ternyata kita bisa menikmati sunset yang tidak kalah indah di Jakarta. Nah, dear Jakartans, berikut adalah tempat-tempat dimana kamu bisa menikmati sunset tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Lanjutt….

     

    Pantai Indah Ancol

    IMG_20130607_143830

    IMG_20130714_163825

    Melipir sedikit ke pinggir Jakarta, tepatnya di Pantai Indah Ancol, kamu bisa menikmati sunset yang tidak kalah oke dengan sunset di Pulau Seribu. Coba saja duduk-duduk sambil menyaksikan matahari tenggelam diiringi buaian angin laut dan desiran ombak disini, ciamik.

     

    Sky Dinning Plaza Semanggi

    IMG_20130420_193502

    Kepengen nongkrong bareng temen-temen sambil menikmati sunset? datang aja ke Sky Dinning Plaza Semanggi. Disini jika langit sore cerah, kamu bisa menikmati sunset yang tenggelam diantara gedung-gedung megah di Jakarta. Foto ini saya ambil dari posisi di depan Bricks Kitchen & Lounge.

     

    Monumen Nasional (Monas)

    ??????????

    Jalan-jalan sore di Monas? Jangan pulang dulu sebelum matahari terbenam. Matahari yang terbenam disamping tugu kebanggaan Kota Jakarta ini akan menutup harimu dengan sempurna.

     

    Pelabuhan Sunda Kelapa

    Sunda Kelapa Sunset_1

    Dari kawasan Kota Tua Jakarta, main-main deh ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Sunset diantara kapal yang sedang berlabuh itu emang juara. Disini sering dipake tempat hunting foto loh buat fotografer-fotografer ibukota. Seruuu

     

    Taman Margasatwa Muara Angke

    Muara Angke Sunset_1

    Kalau lagi hunting foto disini, sekalian aja tungguin sampe matahari terbenam. Pemandangannya magis. Tapi sehabis liat sunset disini segera pulang ya, kalau gelap lumayan serem. hehehehe

    Okey, itulah beberapa tempat di jakarta yang bisa kamu datangi kalau ingin menikmati sunset. Ada yang mau nambahin?

     

    [Susuri Jakarta] adalah ide baru saya untuk share tempat-tempat atau kegiatan-kegiatan asik di Kota Jakarta. Yah, daripada sebel terus sama macetnya, mending menikmati keindahannya. Seru kan? 🙂

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Merdeka!

    Merdeka!

    August 17, 2013

     

    wpid-20130225_080330_2.jpg

    Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 68. Merdeka!

     

    *gambar ini adalah salah satu mural di Taman Sriwedari, Solo. Bagus ya….

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

    August 8, 2013

    Lebaran_1

    Made Wahyuni Mengucapkan :

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

    Mohon Maaf Lahir dan Batin

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Selamat Ulang Tahun, Jakarta!

    Selamat Ulang Tahun, Jakarta!

    June 22, 2013

    IMG_20120916_150532

    Selamat Ulang Tahun, Jakarta yang semakin tua

    Semoga semakin banyak ruang terbuka

    Jangan lupa perhatikan Kota Tua

    dan tempat wisatanya terjaga

     

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Shadow

    Shadow

    June 17, 2013

    “I thought the most beautiful thing in the world must be shadow.”  – Sylvia Plath

    Iseng-iseng saya bongkar lagi koleksi foto-foto traveling saya. Buat mengingatkan diri sendiri sih,  kalau masih banyak juga destinasi yang belum saya tulis di blog ini. Pas lagi liat-liat ternyata saya punya beberapa foto bayangan sewaktu saya ngetrip. Boleh dilihat sekilas…..

     

    Shadow 3

    Shadow 5

    Shadow 2

    Shadow 4

    Shadow 1

    Keterangan :

    Foto 1 : Di Taman Nasional Gunung Halimun

    Foto 2 : Di Pantai Legon Pari

    Foto 3 : Di Pantai Ujung Genteng

    Foto 4 : Di Pantai Sanur

    Foto 5 : Di Pantai Cipatujah

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Dumai punya Cinta!

    June 6, 2013

    Dumai 1

    Dumai 2

    Dumai 3

    Dumai 4

    Dumai 5

    Tidak ada yang istimewa dari kota kecil ini. Kota yang jauh dari kata sejuk. Kota yang namanya tidak termasuk dalam pilihan para pelancong kecuali anak-anak yang kembali pulang ke rumah atau pekerja yang kembali sibuk. Tidak ada pantai yang bisa dinikmati, tidak ada dingin yang bisa diresapi. Tidak ada. Kota ini hanya punya Cinta!

    Cinta sepasang manusia yang akhirnya dipersatukan di gereja kecil di dekat dermaga. Cinta sahabat yang rela menjalani waktu panjang di tengah jalanan demi melihat bahagia karibnya. Cinta sahabat seperjalanan yang memilih tawa sebagai pamungkas panas dan sepi.

    Kota ini juga punya cinta untuk para pencinta dermaga yang berharap seseorang akan datang. Kota ini memiliki makanan lezat dan enak yang dibuat dengan cinta untuk para penikmatnya. Dan lihatlah sisa danau yang menjadi saksi pernah ada cinta yang dilemparkan disana.

    Dan ketika seseorang yang berada ratusan kilometer jauhnya selalu menemani di perjalanan menyusuri menit-menit sepi kota ini lewat suara, kamu akan yakin. Kota ini memiliki cinta!

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Foto Tanjung Lesung Di Majalah JalanJalan

    Foto Tanjung Lesung Di Majalah JalanJalan

    September 2, 2012

    Bulan April lalu, iseng-iseng saya kirim foto Tanjung Lesung saya ke Majalah JalanJalan. Saya udah sempet lupa pernah kirim foto ini sampe minggu kemarin ada email dari Majalah JalanJalan nanya alamat saya untuk kirim majalah dan buku. Saya langsung inget, jangan-jangan foto saya dimuat nih. Engga sabar saya liat Majalah JalanJalan edisi terbaru dan ternyata benar, Foto saya dimuat di Rubrik Postcards Majalah JalanJalan. Kerenn. Seneng banget deh. Semoga dengan dimuatnya foto ini semangat nulis saya kembali lagi 🙂

    Ini dia foto saya (paling atas) di Majalah JalanJalan Edisi September 2012.

    Foto Tanjung Lesung di Majalah Jalan-Jalan Edisi September 2012

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Happy Birthday, Jakarta

    Happy Birthday, Jakarta

    June 22, 2012

    Jakarta kota ku indah dan megah
    Disitulah aku dilahirkan….

    *Gang Kelinci*

    image

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Menapak Kesunyian Stasiun Tanjung Priok

    February 13, 2012

    Entah bisikan apa yang merasuki sehingga saya tiba-tiba kepengen banget foto-foto di Stasiun Tanjung Priok. Padahal waktu tahu lokasinya di dekat Pelabuhan dan Terminal Tanjung Priok nyali sempet ciut juga. Tapi bukan Uniey namanya kalo engga nekat dan jadilah di Minggu Siang yang menyengat saya mengunjungi Stasiun Tanjung Priok.

    Berbeda dengan situasi luar stasiun yang panas dan hiruk pikuk khas terminal, Stasiun Tanjung Priok sepi dan teduh. Loket yang mengapit pintu masuk tutup semua. Pas saya masuk ke peron, barulah ada beberapa gelintir orang. Ada yang lagi duduk-duduk, mengobrol dan banyak yang tidur.  Stasiun Tanjung Priok di minggu siang memang sepi karena tidak ada perjalanan kereta. Angin sepoi-sepoi yang masuk ke peron bikin ngantuk. Tidak heran banyak juga orang yang geletakan tidur di lantai peron hanya beralaskan koran.

    Ketika memasuki peron stasiun, saya langsung suka dengan atap stasiunnya. Terdiri dari tiang-tiang besi bersusun-susun, tinggi dan artistik sekali. Atmosfir bangunan peninggalan Belanda langsung terasa. Lantai peron berupa lantai keramik putih yang kontras dengan rel kereta di kanan-kirinya. Di lintasan tengah ada rangkaian roda kereta tanpa gerbongnya yang masih tampak baru. Cuma ada satu rangkaian kereta api yang parkir. Entah masih bisa jalan atau udah rusak. Waktu saya iseng mengintip, bagian dalam gerbongnya kotor. Kayaknya sih ini kereta barang, soalnya engga ada kursi penumpangnya.

    Di ujung peron ada menara pengawas yang masih dipertahankan dari bangunan lamanya. Jendela atas menara terbuat dari kayu dengan bentuk jendela yang kuno.  Seru kali ya kalo bisa naik ke menara pengawasnya. Sayang pintunya dikunci jadi saya cukup puas foto-foto luarnya saja.  Menurut informasi di internet, Stasiun Tanjung Priuk ini dulunya juga dilengkapi hotel, sehingga ada ruang dansa, bahkan bunker segala. Tapi engga ada tanda-tanda atau petunjuknya gitu sih jadi engga bisa dilihat deh.

    Saya yakin banyak cerita-cerita dari stasiun megah ini. Tapi karena Keterbatasan informasi dan narasumber membuat cerita-cerita seputar masa lalu Stasiun Tanjung Priuk cuma bisa dibaca di internet saja. Padahal Stasiun Tanjung Priok sudah dijadikan Bangunan Cagar Budaya oleh pemerintah, loh. Cuma ada sebuah papan yang berisi tulisan-tulisan sejarah stasiun dengan foto-foto jaman dahulunya. Padahal kan kalo pas kita kesana, ada guidenya trus diceritain lengkap jadi seru ya. Dikelola serius gitu. kalaupun harus membayar biaya masuknya tidak masalah kok menurut saya.

    Oh iya, ada cerita konyol. Jadi ya setelah saya hampir kelar foto-foto, saya dipanggil oleh satpam stasiun. Berikut percakapan yang terjadi :
    Satpam : “Adek dari mana ya? disini tidak boleh foto-foto”
    Saya : “loh, saya engga tau pak kalo engga boleh foto-foto. Engga ada tulisannya kok”
    Satpam : “Iya, ini sekarang sudah jadi bangunan cagar budaya, jadi tidak boleh foto. Kalo mau foto harus ada ijin dari pusat”
    Saya : ……..

    Saya baru tau kalo bangunan cagar budaya engga boleh difoto. Ada yang bisa menjelaskan kenapa bangunan cagar budaya tidak boleh difoto? ada aturannya kah?. Sayang banget ya kalo memang tidak boleh foto-foto di Stasiun Tanjung Priuk secara dia termasuk dalam 12 Jalur Destinasi Wisata Pesisir Jakarta Utara. Ah, untung aja saya sudah foto-foto disana. Hohohoho. Berikut foto-fotonya…

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
  • Sendal Gunung EIGER

    January 30, 2012

    Kali ini saya mau bercerita tentang sendal gunung kesayangan saya. Terus terang saya belum pernah memakai sendal gunung merk lain selain Eiger. Model yang saya pilih pun selalu sama, yang model sendal jepit. Sendal gunung Eiger saya terbukti handal dipakai di segala medan. Dipakai ke Gunung Krakatau yang jalurnya berpasir oke, diajak becek-becekan nyari air terjun oke, bahkan di trek berlumpur ala Pulau Sempu, sendal Eiger masih oke dan tidak putus. Dipakai ke pantai juga cocok. Saya juga sering kok pakai sendal Eiger kesayangan saya ini ke Mal. Pernah juga saya pakai sembahyang ke Pura bersanding dengan kebaya dan kain gara-gara males nyari sendal lain.

    Selain bisa dipakai kemana-mana, Sendal Eiger ini juga awet banget. Sendal Eiger yang saya punya sekarang sudah saya pakai hampir setahun lebih. Eh apa 2 tahun ya, lupa kapan belinya 😛
    Sendal Eiger saya yang lalu-lalu juga tidak pernah putus atau rusak. Palingan hilang waktu ngetrip atau dimana gitu. Ihik. Terus ya, dengan kualitas seperti itu, sendal Eiger ini juga terbilang tidak mahal kok. Cocok lah untuk pelancong lobajet seperti saya 🙂

    Saya pernah mendengar bahwa sekarang kualitas Sendal Eiger sudah tidak sebagus dulu. Tapi kayaknya Sendal Eiger yang saya beli oke-oke aja tuh. Saya belinya kalo tidak salah di Toko Buku Gramedia. Mungkin yang kualitasnya jelek itu tiruannya kali ya 😛

    Yah, begitulah. Saya suka banget sama sendal gunung Eiger ini. Coba ya dibuat model yang lain gitu jadi engga terkesan cowok banget. Pasti lebih keren 🙂

    Nah, kalo sendal gunung kesayangan kamu apa?

    Ps. tulisan diatas adalah murni pengalaman penulis tidak ada sponsor dari pihak manapun. Tapi kalo ada yang mau ngasi produknya buat direview boleh juga kok *mental gratisan*

    Share this:

    • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
    • Click to share on X (Opens in new window) X
    • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
    • Click to share on Tumblr (Opens in new window) Tumblr
    • Click to share on Pinterest (Opens in new window) Pinterest
    • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
    Like Loading…
Previous Page Next Page

Blog at WordPress.com.

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
 

Loading Comments...
 

    • Subscribe Subscribed
      • Made Wahyuni
      • Join 73 other subscribers
      • Already have a WordPress.com account? Log in now.
      • Made Wahyuni
      • Subscribe Subscribed
      • Sign up
      • Log in
      • Report this content
      • View site in Reader
      • Manage subscriptions
      • Collapse this bar
    %d