• Masih ingat entry blog saya tentang pulau menyeramkan? Nah, saya ingin melanjutkan tulisan tentang pulau yang menurut saya menyeramkan. Pulau  menyeramkan  selanjutnya adalah Pulau Kelor atau yang dalam Bahasa Belanda disebut Kerkhoff atau yang berarti makam. Tuh kan, nama pulaunya juga udah seram.

    Sebenarnya, jika melihat fisik Pulau ini, tidak ada kesan menyeramkan. Pulau Kelor nampak cantik dengan perpaduan Benteng Martello, sisa-sisa dermaga dan pohon-pohon besar. Makanya pulau ini sering dikunjungi dan menjadi lokasi favorit para fotografer untuk tempat pemotretan. Dari kejauhan pun Pulau kelor seakan memanggil setiap orang untuk berkunjung kesana karena bentuknya yang unik dibandingkan dengan pulau lain. Di pulau ini terdapat sebuah Benteng Martello yang berbentuk bulat yang pada jaman dahulu merupakan benteng pertahanan Belanda untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Benteng Martello disini masih utuh, dengan jendela-jendela pengintai yang masih ada di sekeliling benteng.

    Letak “keseraman” Pulau Kelor ada pada cerita masa lalunya. Pada jaman dahulu pulau ini dijadikan kuburan awak kapal Sevent Provincien yang memberontak kepada Pemerintah Belanda dan juga menjadi tempat kuburan bagi para penderita penyakit kusta yang dirawat di Pulau Cipir. Kalau kita berkunjung kesana di siang hari sih engga seram ya, tapi kalau malam hari nggak tau lagi deh. Hiiyyy…

    Buat kamu yang belum pernah kesana saya sarankan sempatkan diri berkunjung ke Pulau Kelor sebelum pulau tersebut benar-benar habis dimakan abrasi air laut. Sedih juga sih melihat pulau yang cantik itu terancam hilang. Apalagi Pulau Kelor termasuk dalam Taman Arkeologi Pulau Onrust yang sarat dengan sejarah. Oh iya, kalau kamu berkunjung ke Pulau Kelor, jangan lupa perhatikan kucing-kucing yang ada disana dan kasi tahu pendapat kamu tentang kucing-kucing itu ya. Kalau menurut saya sih…..tidak biasa :))

  • Nampaknya bintang saya sedang terang bulan ini. Baru saja saya posting mengenai artikel di Tabloid Top Idol, eh mas Teguh Sudarisman mengirimkan softcopy tulisan saya yang akan terbit di Majalah Liburan Edisi Januari 2011. Saya sekarang memang menulis untuk Rubrik “Made In Jakarta” di Majalah Liburan. Rubrik “Made In Jakarta” ini berisi tulisan-tulisan tentang hal-hal dan tempat-tempat unik di Jakarta. Kalau edisi lalu saya menulis tentang Roti Buaya, nah di edisi Januari ini saya menulis tentang Taman Wisata Lebah di Cibubur.

    Penasaran dan pengen tahu tentang Taman Wisata Lebah? Beli aja Majalah Liburan Edisi Januari 2011 di Toko Buku Gramedia terdekat. Eh atau langganan aja deh jadi enggak bakal ketinggalan info-info tentang wisata yang lagi in. Dan tentu saja engga bakal ketinggalan tulisan-tulisan saya. Hihihihihi 🙂

    Oh iya, dengan artikel ini berarti saya sudah menghasilkan 8 tulisan yang dimuat di media. Kata teman saya Katarina Wulandari, angka 8 artinya bagus dan berkesinambungan. Semoga saya tetap rajin menghasilkan artikel-artikel yang lain. Doain ya 🙂

  • Saya merambah dunia remaja aka Abege. Artikel ke-7 saya dimuat di edisi perdana Tabloid Top Idol bersampul Justin Bieber 😛 Artikel tentang Pulau Seribu ini sebenarnya sudah saya selesaikan dan saya kirim Bulan Oktober tahun lalu. Seru juga sih merubah gaya artikel saya yang biasanya buat dewasa dan ibu-ibu jadi bergaya abege. Untungnya saya berjiwa muda selalu. Hihiihihi 🙂

    Selamat dan Sukses buat teman saya, Rina Ruslaini, dan segenap redaksi Tabloid Top Idol. Senang sekali menjadi bagian dari sejarah berdirinya Top Idol 🙂

    Jadi, buat para remaja, kakak-kakak yang punya adek remaja atau ibu-ibu yang punya anak remaja ataupun buat yang ingin liat fotonya si Nevy Elysa lagi snorkeling, buruan beli Tabloid Top Idol di toko majalah terdekat 🙂

  • Kamu punya masalah berat badan, rematik atau mungkin masalah pada syaraf? Nah, mungkin kamu harus mencoba pengobatan Terapi Sengat Lebah. Seperti namanya, Terapi Sengat Lebah ini memang menggunakan Lebah Madu sebagai alatnya. Lebah Madu yang digunakan berjenis lebah pekerja. Cara pengobatannya begini. Hampir mirip dengan akupuntur yang menusukkan jarum di titik-titik tertentu di sekujur tubuh, Terapi Sengat Lebah juga menyengatkan lebah di titik-titik tertentu di tubuh. Rasanya? Menurut Mas Gibral, salah satu pasien Terapi Sengat Lebah, ketika lebah disengatkan ke tubuh rasanya nyeri dan panas yang luar biasa selama beberapa saat.

    Boleh dibilang, inilah kali pertama saya mendengar dan melihat secara langsung pengobatan Terapi Sengat Lebah. Saya dan sahabat saya, Nevy Elysa, terkesima menyaksikan Bapak Mudakir sang terapis menyengatkan lebah ke tubuh pasiennya. Lebih terkesima lagi sewaktu mendengar jerit kesakitan dari seorang pasien cewek yang sedang menjalani pengobatan. Agak mengerikan, sih.

    Biasanya dalam sekali pengobatan, pasien diberikan 5 sampai maksimal 30 sengatan tergantung daya tahan tubuh si pasien. Tetapi pasien yang pertama kali berobat hanya diberikan beberapa sengatan dulu. Soalnya nih, menurut Pak Mudakir, Terapi Sengat Lebah bisa memberikan beberapa efek samping. Contohnya demam atau bekas sengatan menjadi bengkak. Tapi efek samping itu hanya terjadi waktu pertama kali pengobatan saja.

    Mau tahu khasiat pengobatan Terapi Sengat Lebah ini? Nah, Mas Gibral mengaku dulu kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali sehabis cedera bermain bola. Setelah dua kali menjalani pengobatan, kakinya sudah mulai bisa dibuat berjalan, bahkan dia sudah bisa naik tangga, loh.

    Nah, seru kan pengobatan Sengat Lebah ini? Yuk…yuk berobat kesini.

    Ps. Waktu saya berkunjung kesana, ada anak yang ikut Terapi Sengat Lebah untuk menghilangkan minus di matanya. Gak perlu operasi lasik dong 😛

    Pengobatan Terapi Sengat Lebah
    Taman Wisata Lebah
    Komplek Wiladatika Cibubur
    (sebelah kiri pintu keluar tol Cibubur dari arah Jakarta)
    Telepon : (021) 8445104, 84598457
  • Goodbye 2010!

    Menjelang pergantian tahun, saya ingin mengenang kembali perjalanan-perjalanan saya di tahun 2010. Perjalanan yang mewarnai hari-hari libur saya, perjalanan bersama teman-teman baik dan teman-teman baru saya dan perjalanan yang tentunya tidak akan terlupa.

    9 Januari 2010 : Curug Cibeureum

    Saya mengawali tahun 2010 dengan trip ke Air Terjun Curug Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Perjalanan yang termasuk perjalanan impulsif ini saya lakukan bersama Dhede Wantah, Wasistyo Adi, Agung Cokrey, dan Nevy Elysa. Kelima anak Jakarte punya gaye ini nekat ke Curug Cibeureum dengan kostum kaos dan celana pendek. Jadilah kita kehujanan sepanjang perjalanan pulang dari Curug Cibeureum. Hihihihi 🙂


    29 – 31 Januari 2010 : Cirebon

    Akhir Januari, 3 perempuan impulsif yaitu Saya, Teta, dan Nevy Elysa menghabiskan wiken di Kota Cirebon. Keliling-keliling Kota Cirebon naik becak dan mencicipi kulinernya. Sedapp. Trip yang sangat hemat ini akhirnya jebol ketika Kami mengunjungi Trusmi. Jadilah, ongkos membeli batiknya lebih mahal dari ongkos tripnya. Hahahaha

    25 – 28 Februari 2010 : Krakatau

    Saya naik Gunung Anak Krakatau! Yah, berkat ajakan dari karib saya, Reza Ariesca, saya mengunjungi Krakatau. Snorkeling di Pulau Rakata dan satu spot rahasia yang keindahan bawah lautnya juara. Ngetrip bareng serombongan teman baru yang kelihaian snorkelingnya seperti Ikan Lumba-Lumba. Beruntung banget pas saya kesana, Gunung Anak Krakatau sedang bersahabat jadinya saya bisa naik sampai atas. Woohoo….pemandangannya ciamik. Keren abis.

    Di trip ini, kamera pocket Saya, Mas Niko, mengalami kerusakan. Hiks. Tapi dia akhirnya sembuh kok 🙂

    27 – 28 Maret 2010 : Pulau Tidung

    Saya kembali mengunjungi Pulau Tidung untuk yang ketiga kalinya. Di trip ini Saya ceritanya jadi tour guide. Bertemu teman baru dan semakin merasa sedih karena Pulau Tidung mulai ramai dan kotor tak terkendali. Hiks

     

     

    1 – 4 April 2010 : Bromo, Coban Rondo, Sempu

    Kadang, saya suka ditanya orang, “sudah pernah ke Bromo, belum?”. Dan akhirnya saya bisa menjawab, “Iya”. Bersama Kelompok Jejak Kaki yang anggotanya pernah ngetrip bareng di Pulau Tidung, Saya mengunjungi Bromo – Coban Rondo – Pulau Sempu. Yang paling berkesan adalah perjalanan ke Pulau Sempu. Saya harus susah payah menembus lumpur dengan medan yang sangat melelahkan. Tidak terlupakan. Bahkan, kalau dengar kata “Pulau Sempu” yang terbayang adalah lumpurnya. Hahahaha…..nice trip!

    Bekti, Mas Reno, Teta, Nevy Elysa, Rudi, Wisnu, Zaki, Irma, Mbak Ade, Sulis, Kiki, Ita,  Mas Rico, Mas Dili, Danang, Oki. Ayooo kita ke Sempu lagiii *gaya* 😛

     

    25 April 2010 : Bogor

    Di suatu Hari Minggu yang cerah, Saya, Nevy dan Linda ikut rombongan Komunitas Jelajah Budaya. Menyusuri bangunan yang bersejarah di Kota Bogor. Trip ini juga menghasilkan artikel yang dimuat di Majalah Sekar J

    13 – 14 Mei 2010 : Pulau Kelapa

    Berempat dengan Nevy Elysa, Mas Teguh Sudarisman, Mas Yudasmoro dan Mbak Via, saya ngetrip ke Pulau Kelapa. Di trip ini juga Kami mengunjungi  pulau-pulau pribadi  yang bagus banget. Bahkan ada satu pulau yang bisa snorkeling di pantainya dan Saya menemukan Nemo dan ibunya. Hehehehe. Seru banget. Saya juga mendapat pengalaman tak terlupakan naik perahu dan terombang-ambing ombak besar dan angin kencang. Katanya sih berasa Sea Rafting, gitu. Hehehehe

    22 – 23 Mei 2010 : Kampung Awan

    Saya ikut kelas Travel Writing Camp di Kampung Awan. Tempatnya bagus banget. Saya ketemu banyak banget teman baru disana. Liputan acara Travel Writing Camp dimuat di Jakarta Post, loh. Ada nama saya lagi. Hahayy *narsis*

    28 – 29 Mei 2010 – Pulau Tidung

    Saya kembali menjadi guide mengunjungi Pulau Tidung. Semakin rame, semakin kotor dan semakin tidak menyenangkan. Tapi sunset dan sunrise Pulau Tidung memang selalu indah. Semoga Pulau Tidung secepatnya dikelola dengan baik. Sayang aja sih, pulau sebagus itu jadi rusak

    17 – 27 Juni 2010 – Bali Timur

    Yak, Saya mengambil cuti panjang mengunjungi tanah leluhur, Bali. Ada upacara keluarga yang tidak boleh dilewatkan. Di sela-sela upacara, Saya menyempatkan diri keliling Bali Timur naik motor bareng sepupu Saya. Seru abis. Mengunjungi  Pantai Tulamben, Pantai Amed, Pantai Jemeluk, Tirta Gangga. Wah banyak deh. Sempet ke Taman Ujung juga sendirian dan nyasar di Pasar Karangasem sebelum diselamatkan sepupu Saya. Hahahahaha :)) Di trip ini juga pertamakalinya saya selain Mas Niko juga ditemani Nakula, pacar baru saya dalam wujud kamera DSLR 😛

     

    30 Juli – 1 Agustus 2010 : Singapore

    Pertamakalinya saya keluar negeri dan gratis! Saya dapet tur gratis dari kantor ke Singapura dan mengunjungi Universal Studios bareng temen-temen kantor saya yang asik-asik. Perjalanan paling berkesan. Terima kasih ya, kantor saya. Hahahaha

    9 – 10 September 2010 : Tanjung Lesung

    Wiken trip termurah dan terpuas bareng Reza Ariesca dan teman-teman. Semua serba impulsif. Udah pesen penginapan murah di Tanjung Lesung, eh kita malah bablas ke Serang dan menginap di rumah teman kantor Saya di Serang. Keliling-keliling villa di Tanjung Lesung sambil ngaku-ngaku udah booking di suatu villa biar dibolehin masuk. Hihihihi. Sempet nongkrong di Alun-Alun Kota Serang yang rame banget itu dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Banten.

    21 November 2010 : Curug Seribu

    Setelah 2 minggu keluar dari Rumah Sakit, Saya ngetrip ke Curug Seribu bareng Mas Teguh Sudarisman, Imel, mbak Didit dan Krisdian. Ternyata treknya lumayan juga yah. Saya yang mengira treknya lebih cemen dibanding Curug Cibeureum ternyata mesti terseok-seok untuk mencapai Curug Seribu. Sayang Saya tidak sempat turun karena hujan dan ngeri ada air bah tiba-tiba. Di perjalanan ini juga kami harus berterima kasih kepada GPS yang cerewet itu. Hahahaha.

    1 – 5 Desember 2010 : Bali – Jimbaran

    Saya kembali ke Bali. Kali ini karena ada acara kantor. Walaupun melelahkan, tapi di trip ini Saya sempet juga kok bersenang-senang.  Menggila nonton Kla Project, Foto bareng Lilo dan Katon Bagaskara, nongkrong malem-malem di Rock Bar, nginep di Hotel Ayana, ngopi di Kopi Bali dan Spa. Saya juga seseruan naik motor ngejar sunset ke Pantai Dreamland dan Pantai Balangan bareng “Dia yang sebaiknya tidak saya sebut namanya” hehehehe :))

    11 – 12 Desember 2010 : Tasikmalaya – Garut

    Trip terakhir Saya di tahun 2010. Lagi-lagi bareng karib Saya, Reza Ariesca. Selain itu juga ada Sisi, Bobby dan Adhit. Trip ini Saya namakan Trip 2040 anak tangga. Karena kami harus meniti 2040 anak tangga untuk mencapai kawah Gunung Galunggung dan Kampung Naga. Lumayan pegelnya.

    Dengan postingan ini Saya ingin mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2011” Semoga tahun depan kita dapat melalui perjalanan yang lebih menyenangkan lagi.

    Salam Manis,

    Made Wahyuni

    *Credit Photo : Agung Cokrey, Nevy Elysa, Catatan Perjalanan, Bobby Ardian, Alfonso Reno.

  • Kumpulan Cerpen Be Strong, Indonesia!

    Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika twitter, yang selama ini hanya Saya gunakan untuk “nyampah” bisa memberikan sebuah informasi yang berharga buat Saya. Dari Twitter Saya mengetahui bahwa Sebuah Self-Publishing Company bernama NulisBuku, mengadakan gerakan writers4indonesia. Idenya adalah, semua penulis diminta menyumbangkan cerita pendeknya untuk dijadikan buku kumpulan cerpen. Ternyata ide ini mendapat sambutan yang hangat oleh para penulis-penulis, baik yang amatir seperti Saya maupun penulis beken macam Sitta Karina, dll.

    Jadilah terkumpul sekitar 300an cerita pendek dari 300an penulis. Saking banyaknya maka dibuatlah 17 seri Buku Kumpulan Cerpen Be Strong, Indonesia!. Karena ditujukan untuk amal, maka semua penulis di Buku Be Strong, Indonesia tidak mendapatkan royalti sama sekali. Semua royalti disumbangkan untuk korban bencana alam.

    Keikutsertaan Saya dalam menyumbangkan cerpen merupakan keajaiban tersendiri. Saya yang bertipe “banyak ide namun malas merealisasikan” ini biasanya semangat di awal lalu kemudian melupakannya begitu saja. Tapi dengan project writers4indonesia ini Saya kok ya tidak lupa. Langsung bongkar-bongkar file-file lama dan memilih-milih mana cerpen yang tidak terlalu cupu (menurut saya) yang bisa disumbangkan, Saya kirim by email, dan saya pantau pergerakan @nulisbuku dalam mewujudkan Buku Be Strong, Indonesia! di timeline.

    Akhirnya, tanggal 23 Desember 2010 kemarin, diadakan Launching 17 Buku Kumpulan Cerpen Be Strong, Indonesia!. Yay, cerpen saya ada di buku kelima. Saya, bareng sahabat setia dan teman jalan-jalan Saya, Nevy Elysa, pulang kantor menyambangi gallery Linggar Seni di Kemang Timur. Seru juga acaranya. Nevy sempet ketemu dengan teman ngetripnya disana. Wow, ternyata dia lebih gaul dari saya. Hihihihi.

    Buku Kumpulan Cerpen Be Strong, Indonesia! Tidak dijual di toko buku biasa, hanya dijual secara online di www.nulisbuku.com Kemarin sih, baru dibuka pre ordernya. Tapi mungkin dalam minggu-minggu ini udah bisa dibeli di webnya. Ayo-ayo yang mau menyumbang silahkan loh dibeli bukunya. Inget ya, cerpen saya ada di Buku Be Strong, Indonesia! Nomer 5. Hihiihihi 🙂

  • Artikel ke 6 saya akhirnya terbit juga di Majalah Liburan edisi Desember 2010. Artikelnya tentang cara pembuatan Roti Buaya. Proses pembuatan artikelnya seru banget. Bertiga bareng Mas Teguh Sudarisman dan Nevy Elysa, saya menjelajahi Pasar Kebayoran Lama. Tanya ini itu, motret sana sini, mencicipi roti buaya mini dan roti kura-kura…sedaapp 🙂

    Buat Kamu yang pengen baca artikel seru Saya tentang Roti Buaya dan juga melihat tampang narsis Saya, buruan deh ke Toko Buku Gramedia terdekat *promosi* 🙂

  • Salah satu pulau yang saya kategorikan ‘Pulau Menyeramkan’ adalah Pulau Cipir atau Pulau Kahyangan. Pertamakali menginjakkan kaki di pulau ini aura menakutkan langsung menyergap. Bagaimana tidak, seisi pulau ini dipenuhi reruntuhan bangunan dan pohon-pohon yang meranggas, yang menurut teman saya Dhede Wantah, pohon yang “tidak biasa”. Ada beberapa bangunan tua yang masih utuh, namun lebih banyak lagi yang hanya tinggal reruntuhan temboknya saja. Pulau Cipir relatif sepi dari pengunjung. Angin pantai yang sepoi-sepoi membuat ranting pepohonan berdesir sehingga menambah suasana semakin menakutkan saja. Satu-satunya bangunan yang tidak menakutkan dan menurut saya cenderung aneh, hanya Tugu Prasasti Pulau Cipir yang dibuat oleh Dinas Museum dan Sejarah Pemerintah DKI Jakarta.

    Pulau Cipir atau yang dalam Bahasa Belanda disebut Kuijper merupakan bekas rumah sakit untuk perawatan dan karantini penyakit menular bagi para jemaah haji. Pulau Cipir memang ada hubungannya dengan Pulau Onrust. Pada tahun 1911, Pulau Onrust dan Pulau Cipir sama-sama dipergunakan sebagai pusat karantina haji. Jemaah Haji yang baru datang akan menjalani pemeriksaan kesehatan disini dan jika ada jemaah yang terkena penyakit menular maka akan dikarantina dan dirawat dahulu di Pulau Cipir. Mungkin karena bekas rumah sakit ya makanya aura di Pulau Cipir menyeramkan. Sebelumnya, Pulau Cipir juga pernah dipergunakan sebagai benteng pertahanan Belanda yang bisa dilihat dari meriam yang ada disini.

    Selain Pulau Cipir, masih ada 2 pulau lagi yang Saya kategorikan Pulau Menyeramkan yang akan saya tulis dalam postingan tersendiri. Sabar ya, serem nih soalnya 🙂

  • Trip ke Rumah Sakit

    Saya termasuk orang yang jarang sakit. Paling sering sih batuk. Sama sekali belum pernah masuk rumah sakit. Nah, apa jadinya kalau saya masuk rumah sakit bahkan harus menginap di UGD?

    Kejadiannya di suatu Selasa pagi yang biasa, Saya habis sarapan dan mau siap-siap mandi untuk berangkat ke kantor. Tiba-tiba selesai makan, ulu hati saya sakit banget, kayak di remet-remet. Pertamanya sih masih bisa ditahan. Eh, lama-lama makin sakit sampai napas saya sesak. Akhirnya sama Ibu dan abang saya, saya dilarikan ke dokter jaga 24 jam. Diagnosanya sih maag. Dikasi obat maag segambreng.

    Pulang dari dokter masih sakit. Trus makan deh supaya bisa minum obat. Ternyata habis makan sakitnya kumat lagi dan lebih parah. Sampai teriak-teriak gitu dan kata ibu saya sih muka saya sampai biru nahan sakit. Karena orang rumah pada bingung, akhirnya saya dilarikan ke UGD rumah sakit terdekat. Sampai UGD, saya langsung di infus, diambil darah untuk periksa laboratorium. Hasilnya, saya sakit Pancreatitis. Langsung deh saya disuruh puasa dan dikasi 2 macam infus, disuntik macem-macem dan menginap di UGD.

    Kalau mau tau apa rasanya menginap di UGD sebuah Rumah Sakit Umum Daerah, mungkin begini analoginya. Kalau kamu bosan hidup, jangan bunuh diri dulu. Coba dulu menginap di semalam di UGD dan kamu akan menghargai hidup. Nyaris setiap 5 menit sekali pasien datang dengan berbagai keluhan. Semua tempat tidur penuh terus, bahkan bayi-bayi yang tidak begitu parah penyakitnya harus digendong orangtuanya karena tempat tidurnya penuh. Pasien samping, depan saling sahut-sahutan mengerang kesakitan. Karena kebetulan tempat tidur saya dekat dengan ruang tindakan, maka saya harus melihat 3 orang meninggal, tidak lebih dari 5 menit setelah masuk ruang tindakan, tepat di depan mata saya. Belum lagi aura ruang UGD yang horor, dokter dan perawat yang selalu sibuk. Wah benar-benar peristiwa yang semoga tidak pernah saya ulangi lagi.

    Untungnya siangnya saya sudah bisa masuk ruang perawatan dan bisa tidur dan beristirahat dengan tenang. Saya masih diinfus dan dikasi suntikan-suntikan obat, sudah boleh makan walaupun cuma makan bubur sumsum.

    Sekarang saya sudah di rumah. Belum boleh kerja sih, masih harus istirahat seminggu di rumah. Masih harus minum obat yang banyak itu, masih harus makan bubur dan belum boleh makan yang lain. Tapi setidaknya di rumah saya bisa istirahat dan tidur dengan nyenyak sambil baca buku-buku saya yang belum tersentuh untuk menghilangkan bosan. Tidak sabar rasanya kembali beraktifitas dan ngetrip tentunya J

    Terima kasih buat teman-teman yang sudah nengokin saya di rumah sakit, kirim ucapan cepat sembuh lewat sms, Facebook, twitter. Terima kasih ya. *kiss kiss*

    Oh iya, yang mau tahu tentang penyakit pancreatitis, bisa dibaca disini :

    http://en.wikipedia.org/wiki/Pancreatitis

    http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/pancreatitis/

    http://www.medicinenet.com/pancreatitis/article.htm